Sunday, August 31, 2008

tulisan ini di temukan tanpa judul dan tanggal

Kita sama-sama tau, perjalanan ini akan sangat berat.
Jauh dari yang pernah ku bayangkan,
atau mungkin juga hanya ketakutan.
Tapi bahwa, sungai-sungai ini akan berbatuan, buaya-buaya lapar, lintah berdarah, muara yang menghempas, menyeret ke lautan lepas, tanpa arah, gelap hanya gelap, terang hanya ada siang, hanya siang, adalah pandangan pagi hari kita selepas membuka mata, mengintai dunia.
Ini lah keegoisanku.
Aku akan mati yang juga akan menyeret nyawamu pergi. Tenggelam dalam samudra, tersesat dalam upaya meraih angkasa. Tapi bagiku, matipun aku adalah cerita yang bisa kubisikkan ke anak-anak ku. Bahwa aku menaiki biduk ini dengan satu alasan keyakinan akan kematian itu sendiri.
Seperti harapan kau sebelum tidur semalam, membuka mata di pagi hari, kehangatan pagi dan mentari, tapi hujan dan tak bermentari...
Tetap kau terima karena dia akan membasahimu, dengan senyum dan berkata “hujan takkan memadamkan kobarannya”.
Mengerti kan?

No comments: